makin ketinggalan
lagi rempong ngurusin restoran yang fully booked (dan memecahkan rekor pengunjung untuk weekdays), temen gue sesama yang foreign student sms gue yang isinya “gue akhirnya dapet stage. lo adalah orang pertama yang tau..”
lemes aja deh gue.
gue makin ketinggalan di kereta STAGE jurusan “lulus”.
:-(
kata horoskop hari ini
”Narizza dear, try not to waste too much effort in analyzing your emotions. It’s much more fun to go where the feeling takes you, rather than start wondering ‘why you feel that way’.”
What my friend christina brought me from London. Sunglasses, big pen, n green hiheels! (Pris avec instagram)
que sera sera
I have a couchsurfer from London coming and the last night we went to my bar - Chez George at Saint Germain. I was so down yesterday, but then the DJ played this song. I felt bit relieved, Maybe we should just give it up a bit to nature, what will be will be??
This song, reminds me of my late mom, who, for some reasons I don’t know why, she always sang it to me when I was little (and I never asked such questions!)
When I was just a little girl
I asked my mother, what will I be
Will I be pretty, will I be rich
Here’s what she said to me.
Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future’s not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
When I was young, I fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will we have rainbows, day after day
Here’s what my sweetheart said.
Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future’s not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
Now I have children of my own
They ask their mother, what will I be
Will I be handsome, will I be rich
I tell them tenderly.
Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future’s not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
E to the GO (Ego)
menekan ego dan pride, bukan hal mudah. Apalagi ketika lo ngerasa lo dapet apa yan
g lo punya berdasarkan hasil kerja sendiri.
dicermahi 4 jam soal menekan ego dan pride untuk menyelami pikiran orang Prancis (untuk adaptasi!) - bikin gue sewot, marah, dan sedih.
Kenapa harus gue yang nunduk-nunduk? Dan bukan cuma nunduk, tapi gue harus membuat mereka merasa superior. Kenapa?????
Karena gue yang butuh stage ini.
Even gue orang Prancis, juga akan kayak gini.
Maklum, anak-anak yang stage itu adalah mereka yang usianya 20 tahun. Jadi salah gue sendiri kenapa gue yang udah kerja alam terus mau sekolah dan stage pula!
Ketika dicermahi, gue selalu “tapi..!tapiii..” dan Ibu cuma komentar “duh, kamu itu anak prancis banget, sih….gak ada Indonesianya????”
Gue bilang gue udah cukup menekan ego gue untuk ngerjain hal paling basic di kerjaan itu, dan menurut dia gak cukup. realitas bahwa CV gue udah lebih panjang dari calon bos itu gak boleh…..karena ini cuma untuk stage. Bukan untuk post kerjaan.
Menurut gue, bahwa I got that kind of CV, is also reality. Ngapain gue boong??
Sekarang gue capek. kayaknya dialog yang panjang antara I, me and myself.
gimana caranya biar diterima internship?
Gue super sedih karena dari 80 aplikasi, dan beberapa wawancara - kok semuanya bilang gue over qualified, yang artinya - gak diterima!
Padahal gue udah ngotot dan bilang, gue gak apa-apa melakukan hal-hal basic lagi, toh ini lingkungan yang baru buat gue. Apalagi kalo ini programming yang bukan di antenne alias di terrestrial. Kalo programming new media kan berarti beda analisa, dan itu yang harus gue pelajari sistemnya.
Saran yang gue dapatkan adalah : turunin standar lo, dan cabut CV lo, dan berbohonglah!
Gimana gak tambah sedih gue.
My work at the past was my pride. I’m proud of having all these experiences, it was not easy but I managed to get it. Every project was my baby, and it’s ok to take credit right? Plus ketika gue memutuskan untuk pindah kesini, gue merasa harus punya sesuatu yang lebih untuk ditawarkan. apalagi selain pengalaman gue??????
Dan ternyata saran yang paling banyak diberikan oleh orang lain termasuk teman-teman, Ibu, bapak, dan temen-temen gue - adalah gue “bohong aja, bilang aja lo ngapain gitu, ngajar, freelance, pokoknya jangan yang terlalu intimidating. Bos sini mana mau ngambil orang yang lebih pengalaman dari dia”
Another cultural shock. Ibu ngasih tau kalo orang sini pride dan ego nya tinggi. Dan dia selalu memproyeksikan dirinya ke orang lain. Misal, ketika gue yang udah berpengalaman 10 tahun dan bilang “gpp kok gue ngerjain hal basic” - dia akan bingung dan gak percaya. Karena dia, sebagai orang yang pride dan egonya tinggi - gak bakal mau ngomong dan ngerjain hal basic kalo ngerasa udah pengalaman!
Hal tersebut, sodara-sodara, adalah sebuah pengalaman yang sangat baru buat gue. Bahwa mdereka gak mau kalah itu sih gue udah tau. Tapi memproyeksikan pikiran mereka ke orang lain (dalam hal ini ke kasus gue ) adalah hal yang sungguh aneh tapi nyata.
Gue udah menekan ego gue untuk ngerjain hal yang basic, yang penting gue dapet stage, that’s it.
Dan sekarang gue harus menekan ego dan pride lagi untuk lebih rendah lagi. Dan bukan dari cara ngomong aja (karena gue udah berusaha santun dan sangat low profile, even baju gue!!! gue udah gak pernah pake jas lagi) - tapi dari realitas bahwa CV gue harus dibikin seminimal mungkin.
Can I do that???????
Konsernya Aphrodite di Sentier Les Halles. Temen gue Celia, dia stage di salah satu label musik independen, dan tugas nya adalah mempromosikan artis-artis baru. Secara dia teman baik kita, kita pun rela merogoh kocek 8 euro nonton si Aphrodite ini- biarpun hari Senin malem!
Tempatnya enak banget, di underground bar, intimate concert, dan yang mestinya hadir 200 orang, ternyata yang dateng 35 orang aje…dan itu kebanyakan gue dan temen-temen gue yang bikin rusuh itu.
Hoaaah!
Kasian juga sih. Dan bos nya dengan pede bikin 3 konser, dan ngajak kita nonton lagi yang ke-2 dan ke-3. Laah. Artis baru, album baru, lagu nya itu-itu aja dong? Ogah ah…. Ini juga dateng karena ini sohib kita. Ada 1 temen kita gak dateng dan dia nanya gue kenapa gue mau dateng. “bukan konsernya yang penting, tapi dukungan ke temen ke kerjaannya dia yang penting. 8 euro itu gak masalah laaaaa..”
itu gunanya temen toh???
Artisnya sendiri menurut gue mayan ok kok. suara ok, nge bas jazzy tapi juga melengking kayak alanis morisette. Dan akustik gitar dan percussionnya pas banget untuk suasana di dalam cave kayak gitu. Plus si penyanyinya sangat atraktif, talkative, teatrikal, dan diakhiri dia lepas beha hahahahahaha.
Well…next time better I hope, for the next concert! I mean, in terms of the audience numbers! :-)




